Le Kioz, TEMPAT YANG COZY DENGAN GAYA DESAIN YANG BERANI
- Jul 19, 2017
- 3 min read
Gorontalo malam itu agak sedikit gerimis mengundang pipis hahahaha. Kebetulan malam itu juga saya dengan teman-teman mendengar bahwa ada kafe baru yang juga menyajikan menu kopi, dan tempatnya tidak jauh dari tempat kami berteduh sembari menyeduh rindu eh kopi maksudnya. Hahaha, setelah kami menghabiskan kopi segeralah kami bergegas dengan tidak lupa memakai pelindung kepala.

Dan nama kafe baru ini adalah Le Kioz, ya benar terdengar familiar bukan? Begitupun menurut kami, menurut saya penamaan Le Kioz merujuk pada sebutan orang Gorontalo untuk tempat kecil yang menjual kebutuhan harian walaupun mungkin ada arti khusus untuk penamaan kafe ini, ya si pembuat kafe inilah yang lebih tau. Maju dengan menawarkan tempat yang nyaman dan design yang berbeda dengan kafe lain yang menawarkan menu kurang lebih sama, membuat saya tergelitik untuk menulis penilaian yang bersifat subjektif tentang kafe ini.
Adalah kelebihan tersendiri yang dimiliki oleh Le Kioz. Dengan design properti bergaya Urban industrial, Vintage, yang diperkuat oleh beberapa “mainan” yang terpajang di etalase pun di dinding semakin memperkuat gaya yang diusung oleh kafe ini, terlebih pemilihan tone pada dinding yang ciamik semakin menambah kesan old school dari kafe ini, tidak kurang keseresian dari pencahayaan yang dipakai membuat saya seketika merasakan “eyegasm”, tempatnya pun bagi saya untuk mereka yang hanya datang ke kafe atau ke kedai kopi untuk sekedar memperkuat status sosial di dunia maya sudah sangat cukup bagus. Namun ada beberapa kekurangan dari tempat ini, dan itu adalah ketidak serasian antara ruangan di dalam dan smoking area yang berada di luar, kebetulan saya dengan teman teman saya adalah perokok, dengan begitu jelaslah bahwa kami duduk dimana kan? Yang kami rasakan ketika pertama kali berada di smoking area adalah sangat sangat sangat BIASA, seakan akan kami berada di tempat yang berbeda bukan di kafe yang bernama Le Kioz, ya sudahlah mungkin mereka (pihak Le Kioz) mempunyai alasan khusus membuat tempat di luar sungguh teramat sangat biasa. Btw pilihan musik dari kafe ini sudah bagus, kalau saya tebak musik yang di putar di kafe Le Kioz berasal dari youtube dengan keyword Chillout music atau semacamnya, hanya saja volume music agak mengganggu terlebih jika kursi terisi semua.
Pindah ke urusan kopi, berhubung kami adalah segilintir orang di Gorontalo yang suka “kopi” maka sudah sewajarnya bagi kami untuk memesan kopi. Untuk urusan kopi Le Kioz mempercayakannya pada mesin espresso one group head dengan kode WPM KD-310, mesin yang sudah dilengkapi dengan LCD display dan PID juga teknologi Triple Trhermoblock yang mampu menjaga performa mesin untuk seduhan kopi maupun kualitas steam milk yang dihasilkan, pun Le Kioz menggunakan mesin grinder dengan merk yang sama, mereka juga memiliki aditional grinder dengan model serupa latina 600N, atau mungkin itulah aditional grinder yang mereka gunakan.
Btw kami memesan tiga menu kopi yang berbeda. Kedua teman saya memesan cappucino dan cafe latte dengan rasa hazelnut sedangkan saya sendiri memesan doppio (semacam dua porsi espresso single shot yang di seduh pada satu cangkir). Berdasarkan testimoni dari teman saya yang memesan cappucino, cappucino Le Kioz adalah biasa, biasa dalam konotasi positif yang berarti yaa seperti cappucino pada coffee shop ternama di Gorontalo lainnya, sedangkan testimoni untuk cafe latte hazelnut adalah manis kata pertama yang keluar dari mulut teman saya, cafe lattenya sendiri diwarnai dengan gambar, sepertinya nama gambarnya adalah rosetta, dan untuk espresso yang saya minum sendiri setelah saya tanyakan langsung ke baristanya dibuat dari house blend coffee tanpa nama, dari sisi pengertian espresso secara terminologi menurut saya sudah pas namun dari segi rasa saya sendiri tidak merasakan sesuatu yang spesial bahkan terkesan biasa, entahlah.
Sekian ulasan singkat tentang kafe Le Kioz yang berlokasi di dekat Bundaran Hulanthalo Indah, jika ada masukan silahkan kirim email ke gtoteduh@gmail.com. Btw terimakasih karena telah meluangkan waktu membaca curahan hati seorang tukang tanpa seritifikat.







Comments